Herbal Uswah Official Website
PIN BB: 5E29237F | SMS/WA/Line:085221818880

Kamis, 30 Oktober 2014

mitos dan fakta maag sebenarnya

Banyak mitos mengenai penyakit yang satu ini, dari menyalahkan diri sendiri, sampai bingung apakah harus rela minum obat demi menekan asam lambung dalam sistem pencernaan kita. Sekarang, mari kita lihat beberapa mitos tentang sakit maag dan kita lihat apakah mitos tersebut benar atau tidak.Oleh spesialis lambung Uswah PIN: 2BBA70D9 atau SMS/WA/Line : 085221818880

1. Mitos: Sakit maag disebabkan karena kesalahan diri sendiri


Fakta: Banyak penderita sakit maag yakin kalau mereka sendirilah penyebab nyeri lambung yang mereka derita. Memang gaya hidup dan pengaruh makanan-minuman dapat memperburuk gejala maag, tapi walaupun telah merubah gaya hidup mereka, beberapa orang tetap saja menderita penyakit yang satu ini. Sakit maag merupakan kondisi medis dengan penyebab biologis yang riil. Seorang penderita sakit maag tak harus menyalahkan diri-sendiri jika serangan sakit itu datang, atau merasa malu. Bisa-bisa karena Anda menyalahkan diri sendiri, Anda stres. Padahal seperti yang telah diketahui sebelumnya stres merupakan salah satu penyebab penyakit maag.

2. Mitos: Sakit maag tidak bisa dikendalikan

Fakta: Bagi para penderita maag tidak perlu merasa malu dan terus menderita diam-diam. Perubahan pola makan dan gaya hidup serta ketersediaan antasida yang dapat dibeli di pasaran dapat membantu meringankan derita itu.

3. Mitos: Sakit maag itu urusan kecil


Fakta: Sakit maag memang penyakit umum, tetapi ini bukan urusan kecil. Sakit maag yang terlalu sering kambuh dapat berdampak pada produktivitas, aktivitas harian dan kualitas hidup bagi orang yang mengalaminya. Sakit maag yang persisten dapat menyebabkan gejala dari kondisi yang lebih kronis, yaitu GERD, yang jika tak diobati dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti borok di kerongkongan, asma, batuk kronis dan kanker esofagus.

4. Mitos: Mengunyah mint setelah makan malam dapat membuat tidur nyenyak


Fakta: Mengunyah mint bukan cara bagus untuk memastikan tidur malam yang nyenyak bagi penderita gangguan sakit maag. Faktanya, mengonsumsi mint dikombinasikan dengan coklat dan posisi berbaring, malah memicu terjadinya gejala sakit maag berupa nyeri lambung.

5. Mitos: Antasida bukan obat

Beberapa orang yakin bahwa antasida yang dijual bebas di pasaran bukanlah obat yang sesungguhnya. Faktanya, antasida tetaplah obat. Anda harus tetap membaca petunjuk pemakaian. Jika digunakan sebagaimana mestinya, antasida ini efektif meredakan sakit maag. Namun jika Anda tengah mengonsumsi obat-obatan, pastikan dokter Anda mengetahuinya, karena antasida dapat berinteraksi jika dipakai bersama obat lain.

6. Mitos: Harus hidup dengan maag

Fakta: Beberapa orang tidak percaya bahwa sakit maag bisa dicegah, namun beberapa obat yang dijual bebas sesungguhnya dapat mencegah terjadinya sakit maag, karena obat tersebut dapat meringankan gejala-gejala sakit maag. H2 blockers misalnya, dapat mengurangi asam hingga 12 jam. Proton pump inhibitors (PPIs), lebih efektif menghambat produksi asam dan secara efektif mengobati gejala sakit maag untuk 24 jam.

7. Mitos: Jika saya mengkonsumsi obat untuk menekan asam, makanan tak bisa dicerna


Fakta: Tubuh memproduksi asam untuk membantu memecah makanan di lambung dan membunuh bakteri berbahaya. Asam bekerjasama dengan substansi lain di lambung (enzim) untuk memecah makanan. Jadi meski Anda konsumsi obat pernghambat produksi asam, namun asam lambung tetap diproduksi dalam jumlah cukup agar pencernaan makanan tetap berlangsung.

sumber-referensi 

Referensi :
 
Konsultasikan keluhan sakit lambung anda kepada kami spesialis lambung
Bagi Anda Yang Ingin Konsultasi Gratis Bisa Di Layanan Konsumen :
PIN BB            : 5C8DE52F
SMS/WA/Line : 085221818880
Telepon            : 0265 – 324186 (jam kerja)
Atau datang ke alamat klinik kami :
Alamat Praktek Tetap :

Jl. Tamansari – Pasar Gegernoong,
Kota Tasikmalaya – Jawa Barat.
(+_300 Meter dari Rumah Sakit Islam Tasikmalaya)

0 komentar:

Posting Komentar