Herbal Uswah Official Website
PIN BB: 5E29237F | SMS/WA/Line:085221818880

Jumat, 21 November 2014

Orang Indonesia Rentan Terkena Penyakit Perut

Perut Orang Indonesia Lebih Bandel

Bangsa Indonesia terkenal dengan 'perut-bandel' karena menurut orang-orang bule sana, nyaris tidak ada vitamin dan gizi yang didapat dari makanan yang sering kita makan. Belum lagi kalau bicara soal sanitasi.
Setiap bangsa, suku bangsa, atau kelompok, bahkan dalam keluarga, punya masalah perut-nya. Ini terkait dengan perbedaan dalam menu, tradisi makan, takhyul, gaya dan pola makan, dan tentu tingkat higienitas serta sanitasi.

penyakit perut orang indonesia


Seperti biasa, kita tak punya angka otentik ihwal statistik penyakit, termasuk penyakit perut. Namun, melihat kondisi kesehatan masyarakat, mayoritas penyakit perut bermuasal dari dominasi higiene dan sanitasi yang masih jorok.

Orang Indonesia Rentan Terkena Penyakit Perut, Mayoritas masyarakat kita masih berekonomi rendah, kurang gizi, higiene dan sanitasi yang masih buruk. Itu sebab penyakit perut masih spesifik seputar infeksi (fecal-oral, foodborne) , akibat ignoransi, defisiensi gizi, dan himpitan hidup yang bikin stres. Stres bisa bikin sederet gangguan perut juga.
Sebut saja masih muda usia, tetapi sudah ompong. Lebih separuh gigi murid SD di Indonesia sudah keropos dan tak terpelihara. Belum kelewat tua sudah ompong.

Kondisi ompong membebani kerja pencernaan. Lambung bekerja lebih berat sebab makanan belum lumat sempurna ketika tiba di kantong nasi.

Perut jadi error kalau faktor pelindung (defensif) dan faktor serangan (agresi) tidak seimbang. Asam lambung, hormon lambung, enzim, probiotik itu para pelindung.
Menu berkulitas, pedas, masam, obat, jamu itulah sang perongrong. Apalagi mengingat soal ragam sambal, bukankah kultur kita jagoannya?

Pola dan gaya makan kapan saja, apa saja dimakan, dan lupa kalau sarapan itu vital, bikin sakit maag (gastritis, gastropathy, ulcus pepticum, ulcus duodenum) kian subur di Indonesia.
Itu diperburuk lagi karena kuman Helicobacter pylori mayoritas penyebab maag. Populasinya meningkat lantaran belum higienisnya kita dalam bersantap.

Diperkirakan sakit maag di negeri kita menjadi penyakit menular. Contoh, lewat saling suap-menyuapi ketika masa kanak-kanak, dan itu berisiko tercemari kuman penyebab. Sekitar 40 persen lambung populasi Indonesia mengidap kuman Helicobacter pylori (Prof. Daldiyono).

Hanya meredakan keluhan maag tanpa membasmi kumannya, bikin sakit maag orang Indonesia cenderung jadi menahun. Kuman yang sama sebagai penyebab kanker lambung juga.
Yang sama terjadi dalam hal cemaran telur cacing. Sayur di supermarket pun kedapatan sudah tercemar telur cacing. Orang kota dan desa sama-sama solider kena penyakit cacing.
Lebih separuh anak sekolah kita mengidap penyakit cacing. Ada peternakan cacing di usus nya. Dan ini masalah nasional. Selain merampok gizi, cacing menguras darah dan mengorting IQ inangnya.
Kekurangan air bersih, jajanan yang rata rata tidak bersih, kebersihan perorangan (food handler) yang buruk, menambah besar infeksi perut dalam hidup keseharian masyarakat kita. Sebut saja keracunan makanan (gastroenteritis), disentri, tifus, dan bisa jadi kolera juga.

Hepatitis A juga bermuasal dari makanan-minuman yang tidak bersih. Bahan kimiawi dalam jajanan, tahu, kecap, sirop, dan saus murah bikin rusak perut juga. Angka mangkir, dan penyakit perut orang Indonesia rajin kian meningkat.
Satu yang masih boleh dianggap berhikmah positif atas joroknya kita adalah anak-anak Indonesia rata-rata sudah kebal polio selewat umur 7 tahun. Virus polio subur di lingkungan jorok.
Dari situ virus memasuki usus lain anak-anak kita memperoleh kekebalan alaminya. Sinyo bule masih perlu vaksinasi polio karena sudah kelewat serba bersih.

Hikmah lainnya, lantaran saban setiap hari tercemar berjenis-jenis virus, kuman, dan parasit, perut rata-rata orang Indonesia kesohor terkenal lebih kebal dibanding perut Mr. Bush atau Mr. Lee Kuan Yeuw. Makanan-minuman harian yang buat kita tidak bikin mencret, bisa bikin diare bila dikonsumsi Mr. Tony Blair yang saban setiap hari menunya serba steril.

Ironisnya, pilihan menu kita sekarang sudah condong Baratisasi ketika orang Barat mulai sadar pilihan menunya salah. Sekarang kita justru berbondong-bondong antre burger, hotdog, buka makanan kalengan, memilih buah impor ketimbang pepaya dan belimbing di pekarangan, dan malah gandrung menu siap saji yang cenderung ampas (junk food), jenis menu yang boros garam, kaya gula. Penuh lemak dan bahan kimiawi penyedap, pengawet, pewarna.

Tolong share  :)


Referensi :
Konsultasikan keluhan sakit lambung anda kepada kami spesialis lambung
Bagi Anda Yang Ingin Konsultasi Gratis Bisa Di Layanan Konsumen :


PIN BB             5E29237F
SMS/WA/Line  : 085221818880

Atau datang ke alamat klinik kami :
Alamat Praktek Tetap :

 


Jl. Tamansari – Pasar Gegernoong,
Kota Tasikmalaya – Jawa Barat.
(+_300 Meter dari Rumah Sakit Islam Tasikmalaya)

1 komentar:

  1. saya sependapat dengan uraian artikel di atas, memang pola makan dan gizi orang indonesia rata-rata seperti itu, memang kebanyakan orang indonesia pasti mengalami sakit lambung / maag..

    BalasHapus