Herbal Uswah Official Website
PIN BB: 5E29237F | SMS/WA/Line:085221818880

Jumat, 07 November 2014

Sering Cuci Perut Sebabkan Iritasi Usus

Cuci Perut Jangan Keseringan, Bisa Iritasi Usus

Beberapa klinik atau pusat kecantikan kadang menyediakan fasilitas cuci perut atau dikenal dengan istilah colon hydrotherapy. Tapi sebaiknya jangan sering-sering dilakukan karena bisa memicu iritasi di usus.
"Jika terlalu sering bisa menghilangkan lapisan pelindung di usus yang berupa mucus," ujar Dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FACP disela-sela acara Patient Gathering Sanofi Aventis 'Kanker Usus Besar Bisa Dicegah' di Hotel Sahid Jaya.



Dr Aru menjelaskan jika lapisan pelindung tersebut hilang maka akan membuat usus lebih mudah terekspose (terpapar) oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga membuatnya rentan teriritasi.

"Kalau orang tersebut makan banyak lemak, maka akan memicu terbentuknya asam empedu yang lebih banyak untuk mengcounter lemak tersebut. Asam empedu ini yang nantinya bisa mengiritasi usus," ujar dokter dari Divisi hematologi medical onkologi departemen penyakit dalam RSCM.

Dalam proses cuci perut biasanya dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam usus melalui anus lalu dipijat, kemudian air tersebut akan dikeluarkan kembali yang bersamaan dengan keluarnya kotoran atau feses di dalam usus.

selain itu juga dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih parah

Membersihkan usus atau kolon hidroterapi dipercaya sebagai salah satu cara detoksifikasi atau membuang racun-racun dalam tubuh. Meski cukup populer namun para ahli menyatakan tidak ada bukti ilmiah terapi ini bisa bermanfaat. Bahkan jika dilakukan sembarangan bisa membahayakan.

Terapi cuci usus pada umumnya dilakukan dengan mengalirkan air ke bagian usus besar atau kolon. Dokter akan memasukkan alat berbentuk spekulum melalui rektum agar air bisa sampai ke bagian usus besar. Nantinya air tersebut akan membersihkan sisa-sisa makanan hasil pencernaan yang masih tertinggal di bagian usus.


Para peneliti dari Universitas Georgetown melakukan analisa terhadap 20 penelitian mengenai terapi cuci usus dan hanya menemukan sedikit bukti mengenai manfaat terapi ini. Malahan, beberapa riset menunjukkan efek samping yang mungkin timbul dari terapi ini seperti kram perut, perut kembung, muntah, ketidakseimbangan elektrolit, serta gagal ginjal.

"Ada efek samping serius yang bisa terjadi pada pasien terapi cuci usus baik yang melakukannya di rumah atau di spa. Selain itu produk pencuci usus dalam bentuk obat pencahar, minuman teh, bubuk dan kapsul, manfaatnya tidak ditemukan," kata Dr.Ranit Mishori, dari Georgetown University School of Medicine.

Ia juga mengingatkan bahwa produk-produk tersebut tidak diawasi oleh Food and Drug Administration (FDA).  "Banyak juga terapi cuci usus yang dilakukan oleh orang yang menyebut dirinya "colon hygienist" tetapi tidak punya pelatihan medis," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Dick Hoenninger dari International Association for Colon Hydrotherapy mengatakan terapi cuci usus aman.

"Terapi cuci usus dilakukan oleh terapis terlatih menggunakan alat-alat yang terdaftar oleh FDA dan spekulum sekali pakai," kata Hoenninger. Ia menambahkan, terapi cuci usus yang diteliti kebanyakan menggunakan obat pencahar. Sementara itu hidrokolon pada umumnya terdiri dari kombinasi obat-obatan dan herbal.

sumber



Referensi :
Konsultasikan keluhan sakit lambung anda kepada kami spesialis lambung
Bagi Anda Yang Ingin Konsultasi Gratis Bisa Di Layanan Konsumen :

PIN BB             :  5E29237F
SMS/WA/Line  : 085221818880

Atau datang ke alamat klinik kami :
Alamat Praktek Tetap :

 


Jl. Tamansari – Pasar Gegernoong,
Kota Tasikmalaya – Jawa Barat.
(+_300 Meter dari Rumah Sakit Islam Tasikmalaya)

0 komentar:

Posting Komentar