Herbal Uswah Official Website
PIN BB: 5E29237F | SMS/WA/Line:085221818880

Jumat, 03 Maret 2017

Bakteri ini bisa menyebabkan banyak masalah lambung

Mengapa bakteri penyebab luka lambung bisa bertahan hidup dalam suasana asam yang kuat

 
Helicobacter pylori, yang sebelumnya disebut Campylobacter pylori, adalah sebuah bakteri mikroaerofil Gram-negatif yang biasanya ditemukan di lambung. Bakteri tersebut diidentifikasikan pada 1982 oleh ilmuwan Australia Barry Marshall dan Robin Warren yang menemukan bahwa bakteri itu hadir pada orang dengan gastritis dan ulkus peptikum kronis, kondisi yang sebelumnya tidak diyakini memiliki penyebab mikroba.
H. pylori juga terkait dengan perkembangan ulkus duodenum dan kanker lambung. Namun, lebih dari 80% dari individu yang terinfeksi dengan bakteri tidak menunjukkan gejala, dan mungkin memainkan peran penting dalam ekologi perut alami.

Bakteri ini bisa menyebabkan banyak masalah lambung dan yang berhubungan dengan sistem pencernaan mulai dari yang kecil hingga yang mengancam jiwa.

Setiap bakteri Helicobacter pylori memiliki ukuran panjang 3 mikrometer dengan diameter  yang berukuran setengah mikrometer.

 Bagaimanakah sifat bakteri Helicobacter pylori ?
Helicobacter adalah nama genus bakteri yang berbentuk spiral atau batang bengkok dan berflagela yang mengalami adaptasi untuk dapat hidup dalam mukus (lendir) lambung yang menutupi selaput lendir (mukosa) lambung yang bersuasana asam kuat. Bakteri ini dapat bertahan hidup dalam suasana asam kuat dengan cara memproduksi enzim urease. Enzim urease akan mengubah urea yang ada dalam cairan lambung menjadi amoniak. Tubuh kuman Helicobacter selalu diliputi oleh awan amoniak ini, dan karenanya dapat bertahan terhadap asam lambung.
bakteri ini bersifat pleomorfik artinya dapat dijumpai dalam beberapa bentuk. Dalam keadaan normal bakteri ini berbentuk spiral atau batang bengkok, tetapi dalam keadaan tertentu yang kurang baik akan merubah dirinya menjadi bentuk kokoid yang merupakan bentuk pertahanan yang resisten.
Kuman ini termasuk kuman mikroaerofilik artinya hanya tumbuh dalam suasana dimana didapatkan oksigen dalam kadar rendah. Bakteri ini mati pada suasana dengan kadar oksigen normal, dan mati dalam keadaan anaerobik sempurna.

Gejala Infeksi Helicobacter Pylori
Infeksi Helicobacter merupakan salah satu infeksi lambung yang sering terjadi. Sekitar dua pertiga dari populasi masyarakat di seluruh dunia membawa bakteri patogen ini di dalam perut mereka.
Sekitar 4/5 orang yang memiliki bakteri Helicobacter di dalam perut mengalami infeksi, dimana sebagian kecil lainnya tetap asimtomatik bahkan sepanjang hidup mereka.
Meskipun tidak banyak, namun infeksi Helicobacter pylori dapat menyebabkan kondisi yang fatal dan mengancam nyawa, seperti kanker lambung.
Gejala infeksi Helicobacter pylori diantaranya termasuk:
1. gastritis
2. nyeri di daerah lambung
3. perut kembung
4. mual dan muntah
5. sering bersendawa
6. regurgitasi makanan yang tidak tercerna atau darah
7. peningkatan refluks asam lambung
8. ulkus pada duodenum dan/atau lambung
Pertumbuhan kanker di esophagus dan lambung juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi Helicobacter pylori.

Pengobatan Infeksi Helicobacter Pylori
Prosedur pengobatan standar yang pertama kali dilakukan adalah menghilangkan bakteri patogen terlebih dahulu, kemudian menangani gejala yang ada.
Studi terbaru menunjukkan bahwa Memasukkan brokoli ke dalam menu makanan sehari-hari bisa mengurangi koloni Helicobacter pylori secara signifikan.
Selain itu kimchi, makanan Korea yang terbuat dari fermentasi kol, diketahui mengandung bakteri yang efektif melawan patogenesis Helicobacter pylori

 Silahkan SMS/WA ke 085221818880 atau Telepon ke 082218528882 untuk Konsultasi dan Pemeriksaan Jarak Jauh.

0 komentar:

Posting Komentar