Herbal Uswah Official Website
PIN BB: 5E29237F | SMS/WA/Line:085221818880

Jumat, 28 April 2017

Penyakit radang usus

Inflammatory bowel disease (IBD) atau di sebut juga penyakit radang usus adalah kondisi di mana usus mengalami inflamasi atau peradangan. Dua jenis yang paling umum dari penyakit radang usus adalah ulcerative colitis dan penyakit Crohn. Kedua kondisi ini diakibatkan oleh peradangan kronis pada bagian sistem pencernaan ( gastrointestinal ). ( Sistem pencernaan berperan untuk mengurai makanan, mendapatkan nutrisi dari makanan, dan mengeluarkan produk sampah yang tidak diperlukan ).

ulcerative colitis adalah penyakit radang usus yang menyebabkan peradangan / inflamasi kronis pada lapisan terdalam usus besar (kolon) dan rektum. Sedangkan Penyakit Crohn dapat menyebabkan peradangan pada lapisan seluruh saluran pencernaan. mulai dari mulut , kerongkongan, lambung, usus kecil, dan usus besar  hingga ke anus. Pada penyakit Crohn, radang sering menyebar jauh ke dalam jaringan yang terkena dan sering mengenai area yang berbeda pada saluran pencernaan. 

Gejala Radang usus
Radang usus adalah penyakit jangka panjang dengan gejala yang biasanya muncul dan menghilang selama beberapa waktu. Meskipun kondisinya sangat berbeda, baik ulcerative colitis dan penyakit Crohn memiliki beberapa gejala yang sama :
  • Nyeri atau sakit pada bagian perut. Peradangan yang terjadi dapat memengaruhi pergerakan normal usus, sehingga menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Seiring waktu, peradangan pada lapisan usus menyebabkan luka. Dinding usus kemudian kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, limbah, dan menyerap air, sehingga menyebabkan diare. Luka kecil berkembang di usus lalu menyebabkan sakit perut dan darah dalam tinja.
  • Nafsu makan berkurang. Kram dan nyeri perut akan menurunkan nafsu makan seseorang.
  • Penurunan berat badan. Penurunan berat badan bahkan kondisi kekurangan nutrisi dapat dialami pengidap radang usus karena tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap nutrisi makanan dengan baik.
  • Diare bercampur darah dan bersifat kambuh-kambuhan, Merasa mudah lelah, Mengalami mual dan demam.
Perlu diingat bahwa gejala yang muncul pada orang-orang tidaklah sama. Beberapa orang mungkin akan mengalami muntah-muntah, anemia, dan demam tinggi. Kondisi ini akan datang dan pergi selama kurun waktu yang lama.

Penyebab Radang Usus
Hingga kini, radang usus belum diketahui penyebab dasarnya. Pola makan dan tingkat stres seseorang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita radang usus, tapi keduanya bukanlah menjadi penyebab utama. penyebab yang paling umum adalah kerusakan dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, faktor keturunan juga diduga memiliki pengaruh pada munculnya radang usus. Berikut ini beberapa faktor lain yang turut meningkatkan risiko menderita radang usus.

Keturunan. Faktor keturunan bisa meningkatkan risiko radang usus. Jika orang tua Anda, anak, atau saudara kandung pernah mengidap penyakit ini, Anda juga berpotensi mengalaminya 

Usia : IBD sering didiagnosis pada orang di bawah 35 tahun, tetapi bisa terjadi pada siapa saja.

Merokok: Merokok meningkatkan risiko penyakit Crohn juga membuat gejala lebih buruk. Namun, perokok cenderung berkemungkinan lebih besar terkena ulcerative colitis.

Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS). Beberapa obat-obatan dalam kelompok OAINS bisa meningkatkan risiko mengalami radang usus, misalnya ibuprofen, naproksen, diklofenak dan lainnya.

Isotretinoin (amnesteem, claravis, sotret/accutane) Tidak ada hubungan yang jelas antara IDB dan isotretinion, tapi beberapa studi menunjukkan obat ini menjadi faktor risiko. Isotretinoin biasanya digunakan untuk mengobati kista atau jerawat.

Ada beberapa pengobatan untuk penyakit radang usus. Selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Penanganan yang dilakukan bisa berbentuk obat-obatan, terapi, maupun operasi. Cara terbaik untuk mengobati penyakit radang usus adalah mencegah kambuh dan mengontrol gejala.


Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880.

 

Senin, 24 April 2017

Cara Membedakan Nyeri Dada karena Sakit Jantung dan GERD

Bedanya Nyeri Dada karena Sakit Jantung dan GERD


Memiliki gejala yang mirip, yaitu nyeri di bagian dada, serangan jantung dan GERD (gastroesophageal reflux disease) sering sulit dibedakan. Banyak orang mengira nyeri dada menjadi gejala sakit jantung, padahal tidak selalu. Nyeri dada juga bisa disebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan yang disebut GERD (gastroesofageal reflux disease). Kemiripan gejala itu terjadi karena saraf di lambung dan jantung tidak memberi sinyal yang akurat ke otak mengenai sumber rasa nyerinya.

Sebenarnya ada beberapa pembeda rasa nyeri akibat sakit jantung Atau pun GERD. Jika disebabkan karena GERD ada dua gejala utama yakni rasa panas pada dada seperti terbakar dan mulut pasien pahit karena ada asam yang naik. Bila rasa nyeri terkait dengan masalah pencernaan, seperti GERD, maka rasa nyeri tajam itu akan terasa memburuk setelah mengonsumsi makanan pedas atau berlemak Atau dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi,alkohol,rokok dll.

Sementara itu, jika nyeri dada akibat jantung pasien akan merasakan dadanya nyeri seperti ditekan di sebelah kiri kemudian menjalar ke tangan kiri dan berlangsung skitar 10 menit. Rasa nyeri jantung juga bisa menjalar ke bahu, rahang, punggung, lengan maupun ulu hati,dan Seringkali diikuti dengan rasa pusing, mual, sulit bernapas, dan denyut nadi tak teratur.

Dokter juga akan mencurigai serangan jantung jika pasien memiliki faktor risiko, misalnya punya penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kegemukan, merokok, atau kolesterol tinggi.

untuk mengetahui apakah hal tersebut benar serangan jantung atau bukan. Jangan didiamkan segera periksakan keluhan keluhan anda ke dokter spesialis jantung


Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880.

Kamis, 20 April 2017

Penyebab Mual dan Cara Mengatasinya

Penyebab Mual dan Cara Mengatasinya

Mual adalah sensasi tidak nyaman pada perut bagian atas yang disertai dorongan untuk muntah. Namun, mual belum tentu diikuti dengan muntah.jika mual dibiarkan berkepanjangan, maka bisa membuat seseorang menjadi lemas karena kehilangan energi. Mual bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari sejumlah kondisi medis tertentu.


Apa yang Menjadi Penyebab Mual ?
Sensasi mual sendiri sebenarnya berpusat di otak yang kemudian direspons dengan muntah oleh tubuh. Hanya saja, karena banyaknya rangsangan yang bisa menyebabkan mual, maka tidak mudah untuk menentukan penyebab mual yang berkepanjangan.
Penyebab yang paling umum disebabkan oleh masalah saluran pencernaan bagian atas. Selain itu mual juga bisa muncul akibat penyakit yang menimpa organ di luar sistem tersebut. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan gejala mual pada seseorang antara lain:

  • gastroenteritis yaitu infeksi pada sistem pencernaan. Infeksi biasanya terjadi akibat mengonsumsi makanan yang tercemar virus, misalnya jika makanan diolah dengan tidak bersih atau sehat. Gejala gastroenteritis yang umum antara lain mual dan muntah, diare, otot terasa sakit, demam, serta sakit kepala.
  • Keracunan makanan akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi toksin (racun) atau kuman penghasil toksin 
  • infeksi kandung kemih,  Hambatan pada saluran pencernaan, hernia, atau batu empedu,  Infeksi ginjal dan batu ginjal, 
  • Beberapa obat-obatan, seperti obat bius, pereda rasa nyeri, atau antibiotic,
  • Penyakit asam lambung, Hepatitis, Tumor otak, Gegar otak atau cedera otak lainnya.
  • Konsumsi alkohol, kopi, dan merokok berlebihan dapat mengiritasi dinding lambung sehingga dapat menyebabkan mual.
  • Tukak lambung, merupakan rasa sakit yang berasal dari luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease – penyakit asam lambung)
  • Kehamilan, Mual pada awal kehamilan atau morning sickness.
  • Alergi, terutama alergi pada makanan atau bahan makanan tertentu dapat memicu mual setelah memakannya
  • Mabuk laut, mabuk kendaraan atau mabuk perjalanan.
  • Terlalu banyak makan.
  • Reaksi terhadap aroma atau bau tertentu.
Selain penyebab fisik, rasa mual dapat disebabkan oleh faktor psikologis. Secara psikis, rasa mual setelah mengonsumsi makanan dapat disebabkan oleh kecemasan dan bulimia. 

Cara Menghilangkan Rasa Mual Tanpa Obat
  • Minum air. Usahakan tetap mengonsumsi cairan ( air putih ), agar terhindar dari dehidrasi. ( untuk mencegah dan mengobati dehidrasi ) Minum larutan penambah cairan tubuh atau oralit
  • Disarankan untuk mengonsumsi minuman manis untuk menggantikan kandungan gula yang hilang.
  • Hindari mencium bau yang menyengat atau tidak sedap.
  • Konsumsilah makanan lunak dan mudah dicerna, Makan secara perlahan-lahan dan jangan langsung berbaring setelah makan.
  • Menghentikan obat obatan yang dikonsumsi. Tapi, tanyakan kepada dokter sebelum menghentikan konsumsi obat-obatan Anda.
  • Minum atau makanlah jahe yang bisa secara efektif menangani mual.
  • Bagi wanita hamil yang mengalami mual awal kehamilan bisa menjauhi bau makanan atau pemicu-pemicu lain yang menyebabkannya rasa mual makin menjadi-jadi.

Jika cara menghilangkan mual di atas tidak bisa memperbaiki keadaan, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Menghubungi dokter juga sebaiknya dilakukan saat mual disertai dehidrasi dan penyakit yang menyebabkan muntah.

 Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880.

Minggu, 16 April 2017

Hubungan Penyakit Asma dan Asam Lambung ( GERD )

Hubungan Penyakit Asma dan Asam Lambung ( GERD )

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, nyeri dada, mengi, batuk-batuk terutama malam atau dini hari.. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Penyakit asam lambung, atau disebut juga dengan Gastroesophageal Reflux Disease  (GERD) merupakan suatu penyakit yang mengganggu lambung dan kerongkongan bagian bawah. Suasana di tempat tersebut asam secara berlebihan sehingga menimbulkan iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan. hal ini dapat disebabkan oleh menurunnya kekuatan otot LES (lower esophageal sphincter ) yang kadang-kadang tak diketahui sebabnya.Selain menimbulkan gejala hearth burn dan regurgitasi, GERD bisa disertai beberapa gejala atipikal lain, yang sebagian besar mencakup telinga, hidung, tenggorokan dan paru (asma dan batuk kronis).

Penderita asma hampir dua kali lebih rentan terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) / penyakit asam lambung dibandingkan mereka yang bukan penderita asma. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen orang dewasa yang menderita asma juga memiliki penyakit asam lambung. Ini bukan berarti bahwa setiap orang dengan GERD bakal kena asma dengan sendirinya Namun, ini bisa berarti bahwa penderita GERD mungkin lebih mudah berisiko mengalami asma.

GERD dan asma bronkial merupakan penyakit yang sering didapatkan bersamaan. hal ini mungkin disebabkan antara lain oleh :
Adanya refluks gastroesofageal, yang selanjutnya dapat menyebabkan reaksi inflamasi (teori Crausz refluks),  Stimulasi reflex esofagopulmonaris, refleks vagal- bronkhokonstriksi yang selanjutnya menimbulkan bronkospasme, Atau yang diakibatkan penggunaan obat relaksan otot polos seperti golongan beta adrenergic, aminofilin, inhibitor fosfodiesterase yang dapat menyebabkan inkompetensi skunder Lower Esophagus Sphincter (LES).

Rasa asam di mulut dan nyeri ulu hati (heartburn) akibat kontak refluks dengan mukosa yang sensitif, menyebabkan inflamasi dan disfagi. Zat refluks tersebut dapat mengenai faring dan mulut, menyebabkan laringitis, suara parau dan pneumonia aspirasi, fibrosis paru atau asma kronik.

Walaupun penelitian yang ada menunjukkan terdapat hubungan antara asma dan GERD, akan tetapi hubungan tersebut belum dapat dianalisis secara pasti. GERD dapat memperparah gejala asma, dan gejala serta pengobatan asma juga dapat memperburuk gejala GERD. Dengan mengatasi GERD, sering dapat meringankan gejala asma. Berikut yang dapat dilakukan:
Menjaga pola Makan Dan Asupan Makanan ( Makan teratur, sedikit tapi sering, Hindari makananan dan minuman  Yang Dapat Memicu naiknya asam lambung ) Hindari tidur/berbaring setelah makan. Pola makan yang tidak benar atau tidak teratur, kurang olahraga dan kegemukan bisa menyumbang munculnya GERD

Pengobatan bersama (asma dan GERD) akan menghindari komplikasi yang lebih berat, karena pengobatan terhadap refluks mempunyai efek pada fungsi paru dan juga mengurangi dosis obat asma.


Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880.

Rabu, 12 April 2017

Penyebab Sering Sendawa


Penyebab Sering Sendawa

Sendawa Setelah makan lumrah dialami seseorang. Hal itu normal meski pada beberapa kasus, sendawa juga bisa dipicu kondisi-kondisi tertentu. Sendawa adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan gas secara alami. Kondisi ini umumnya adalah hal yang baik karena jika tidak dikeluarkan, maka gas dalam perut dapat menyebabkan perut kembung yang kadang disertai dengan sakit perut.

Selasa, 04 April 2017

Perut kembung ?

Perut kembung ?

Perut kembung adalah gangguan pencernaan dimana penderita merasa perutnya tidak nyaman karena terasa penuh, kencang dan bergas. Di samping itu, perut juga bisa terlihat membesar. Keluhan ini umumnya terjadi bukan hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak-anak. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bekerja dan sosialisasi penderitanya.


Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita perut kembung adalah:
  • Sensasi penuh, sesak, atau pembengkakan pada bagian perut.
  • Rasa nyeri dan penuh gas pada perut.
  • Rasa sakit yang muncul bisa menyebabkan kram perut.
  • Frekuensi bersendawa menjadi lebih sering.
  • Perut terasa bergejolak.
  • Buang angin secara berlebihan.
Perut kembung bisa disebabkan banyak hal, yaitu:
Menelan udara, baik saat makan maupun ketika minum air. Sembelit, Merokok, Makan terlalu cepat, Berat badan meningkat, Pertumbuhan bakteri terlalu cepat di usus kecil, Naik turunnya hormon, khususnya pada wanita yang sedang mengalami pre menstrual syndrome, Kondisi medis tertentu seperti giardiasis (parasit usus), dll.
Pengobatan perut kembung
Perut kembung diobati berdasarkan penyebabnya. Pada kebanyakan orang, perut kembung hanyalah suatu gejala ringan yang penanganannya mudah dilakukan, yaitu mengontrol porsi makanan, kurangi lemak, juga kunyah makanan dengan perlahan. Dengan cara demikian dapat terhindar dari rasa kenyang berlebihan
Jika penderita perut kembung juga merasakan nyeri di perut, muncul darah warna hitam seperti ter pada kotoran, demam tinggi, diare, mulas yang semakin parah, muntah, atau turunnya berat badan tanpa sebab, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.

Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880

Sabtu, 01 April 2017

Bagaimana Proses Pencernaan dan Penyerapan Makanan di Dalam Tubuh ?

Bagaimana Proses Pencernaan dan Penyerapan Makanan di Dalam Tubuh ?

Makanan adalah sumber energi bagi tubuh. Kandungan nutrisi di dalamnya akan memberikan energi serta zat lain yang diperlukan oleh sel-sel pada tubuh. Namun sebelumnya makanan harus melalui proses pencernaan hingga menjadi bagian yang cukup kecil dan dapat diserap tubuh.
Memecah Nutrisi dalam Makanan
Makanan yang telah menjadi bagian-bagian kecil akan dicerna tubuh dalam empat proses utama pencernaan. 

  • Menelan
Mulut adalah awal dari saluran pencernaan. Segera setelah gigitan pertama pada makanan, maka proses pencernaan dimulai. Saat proses mengunyah makanan menjadi bagian yang lebih kecil, maka kelenjar air liur akan memproduksi air liur guna membantu memperhalus makanan. Selain itu, air liur juga mengandung enzim yang mulai mencerna karbohidrat menjadi lebih kecil agar dapat diserap oleh usus.
Lidah kemudian akan mendorong makanan yang sudah halus ke belakang mulut menuju esofagus atau kerongkongan. Gerakan peristaltik dari otot halus kemudian membawa makanan menuju perut.

  • Pencernaan pada lambung
Lambung yang tampak seperti kantong, memiliki dinding-dinding otot yang kuat mengelilinginya. Selain menampung makanan, lambung juga berfungsi sebagai penghancur dan penghalus makanan. Perut akan menghasilkan asam dan enzim yang akan melanjutkan proses cerna makanan. Keluar dari perut, makanan akan memiliki tekstur cair atau menyerupai pasta yang lembut yang kemudian bergerak ke usus halus. Di dalam lambung, proses pencernaan protein dimulai.

  • Pencernaan dan penyerapan pada usus halus
Jika diukur, usus halus memiliki panjang sekitar 6 meter yang terdiri dari tiga bagian, yaitu usus duabelas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Di dalamnya, makanan akan kembali diproses dengan enzim pencernaan yang diproduksi pankreas, dinding usus halus, dan cairan empedu dari kantong empedu. Ketiganya akan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan pencernaan makanan agar menjadi unit-unit kecil yang bisa diserap ke dalam pembuluh darah usus .
Enzim pencernaan secara kimiawi akan memecah molekul makanan kompleks menjadi lebih sederhana, kemudian cairan empedu membantu proses pencernaan mekanis yang memecah lemak sehingga menjadi partikel yang lebih kecil. Ketika makanan melalui usus duabelas jari, berarti proses pencernaan selesai. Proses berikutnya adalah penyerapan.
Penyerapan makanan umumnya terjadi dalam usus halus jejunum dan ileum. Di sana  terdapat banyak lipatan atau disebut jonjot-jonjot usus (vili). Vili memiliki fungsi memperluas permukaan penyerapan, sehingga makanan dapat terserap dengan lebih efisien.
Selama proses penyerapan, molekul makanan akan memasuki aliran darah melalui dinding usus. Pembuluh darah mikroskopik atau kapiler dalam vili akan menyerap hasil pencernaan yang berupa protein dan karbohidrat, sedangkan pembuluh getah bening dalam vili akan menyerap lemak.
Dari situ, aliran darah akan membawa makanan yang sudah dicerna menuju ke hati. Sel-sel hati kemudian akan menyaring zat-zat berbahaya dalam darah. Hati juga akan menyimpan vitamin larut dalam lemak serta nutrisi yang berlebihan, seperti glukosa untuk disimpan sebagai cadangan. Cadangan nutrisi ini akan dilepaskan ketika tubuh memerlukan energi ekstra misalnya ketika seseorang lari maraton.

  • Penyerapan pada usus besar
Sebagian besar yang masuk ke dalam usus besar adalah sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna atau diserap dan air. Usus besar terdiri dari enam bagian, dimulai dari sekum, kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan diakhiri dengan rektum.
Tugas utama usus besar adalah menyerap air dan mineral dari sisa makanan tersebut sehingga membuatnya menjadi lebih padat dan membentuk tinja. Gerak peristaltik kemudian akan mendorong tinja menuju rektum hingga dikeluarkan melalui anus.
Kecukupan air dan serat merupakan faktor penting yang mendukung kelancaran proses pencernaan. Pastikan Anda minum sekitar 8 gelas per hari dan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya serat sehingga kesehatan sistem pencernaan terjaga untuk kondisi tubuh yang prima.

Ingin Konsultasi Kesehatan Lambung atau Sakit Maag ? Telepon SMS/WA ke 085221818880